PRODI MAGISTER MANAJEMEN BAHAS STUDI FINANCIAL TECHNOLOGY


 

Sumber Foto: Dok.Humas Untag Sby
KABAR UNTAG

Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNTAG Surabaya menyelenggarakan Studium Generale, pada Sabtu (8/12). Kegiatan yang bertempat di ruang I201-202 Gedung Pascasarjana UNTAG Surabaya tersebut menghadirkan Abdullah Sayidi, SE., Ak., MM., CFE., PIA., CA., ERMAP – GM. Audit Intern PT. Petrokimia Gresik. Di moderatori oleh salah satu dosen Fakultas Ekonomi UNTAG Surabaya, IBK Bayangkara, SE., MM.Ak., CA., CMA., CSRS., CSRA., kegiatan kali ini bertajuk “Fintech: The Development of The Modern Financial Technology and How to Achieve Best Practice Financial Management.

Dalam pemaparannya, Abdullah Sayidi mengelompokkan materi yang akan ia bahas menjadi 4 bagian; Manajemen Keuangan, Fungsi dan Tujuan Manajemen Keuangan, Financial Technology, dan Common Practice Fintech Management. “Kita bahas dari manajemen keuangan terlebih dahulu, karena memang ada kaitannya. Dari 15 isu manajemen keuangan, fintech hanya 25% bagian darinya,” urainya.

Pengertian Financial Technology atau Teknologi Finansial sendiri menurut Bank Indonesia, lanjutnya, merupakan penggunaan teknologi dalam system keuangan yang menghasilkan produk layanan teknologi dan/atau model bisnis baru. Adanya fintech dapat berdampak pada stabilitas moneter, stabilitas system keuangan, dan/atau efisiensi, kelancaran, keamanan dan keandalan system pembayaran.

            “Adanya fintech mampu menggeser fungsi bank buku 1 dan buku 2. Masalah yang ada dalam perbankan adalah bunga, serta adanya biaya-biaya yang harus dihitung dan akhirnya besar. Sedangkan fintech digunakan untuk membantu perusahaan berbentuk aplikasi atau entitas,” jelasnya.

Bank Indonesia kemudian mengklasifikasikan fintech menjadi 4 klasifikasi: Crowdfunding dan Peer To Peer Leading, Market Aggregator, Risk And Investment Management, dan yang terakhir Payment, Settelement Dan Clearing. “Fungsi market aggregator sebagai pembanding produk keuangan dimana fintech akan mengumpulkan dan mengoleksi data finansial untuk dijadikan referensi oleh pengguna. Dalam risk and investment management fungsinya sama seperti financial planner berbentuk digital, contohnya finansialku.com dan jurnal.id. Sementara untuk payment, settlement dan clearing meliputi pembayaran seperti payment gateway dan e-wallet dan diawasi oleh BI, contoh sakuku BCA, DoKu dan Kartuku,” terangnya.(ua/aep)

http://www.untag-sby.ac.id/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prodi Magister Administrasi Publik Diksusikan Inovasi Kepemerintahan Digital